Langsung ke konten utama

Kekongruenan

KEKONGRUENAN




   Kadang-kadang dua bilangan bulat, a dan b, mempunyai sisa yang sama jika dibagi dengan bilangan bulat positif m. Kita katakana bahwa a dan b kongruen dalam modulo m, dan yang dilambangkan sebagai

               a ≡ b (mod m)
(notasi “≡” dibaca “ kongruen “)

Jika a tidak kongruen dengan b dalam modulus m, maka ditulis

               a ≡/ b (mod m)


Misalnya 38 mod 5 = 3 dan 13 mod 5 = 3, maka 38 ≡ 13 (mod 5). Defenisi formal dari kekongruenan dinyatakan sebagai berikut :
“Misalkan a dan b adalah bilangan bulat dan m adalah bilangan > 0, maka a ≡ b (mod m) jika m habis membagi a – b. “

Contoh :
   Bilangan 38 kongruen dengan 13 modulo 5 karna 5 membagi 38 – 13 = 25, sehingga dapat kita tulis bahwa 38 ≡ 13 (mod 5 ). Tetapi, 41 tidak kongruen dengan 30 modulo 5 karna 5 tidak habis membagi 41 – 30 = 11, sehingga dapat kita tulis 41  ≡/ 30 (mod 5).

   17 ≡ 2 (mod 3)                        (3 habis membagi 17 – 2 = 15  15 ÷ 3 = 5)
   -7  ≡ 15 (mod 11)                    (11 habis membagi -7 -15 = -22)  → -22 ÷ 11 = 2)
   12 ≡/ 2 (mod 7)                       (7 tidak habis membagi 12 – 2 = 10)
   -7 ≡/ 15 (mod 3)                      ( 3 tidak habis membagi -7 – 15 = -22)

Kekongruenan a ≡ b (mod m) dapat pula dituliskan dalam hubungan

               a = b + km

Yang dalam hal ini sembarang k adalah bilangan bulat . pembuktiannya adalah sebagai berikut : menurut defenisi formal,  a ≡ b (mod m) jika m | (a – b).
A.    Teorema Kekongruenan

1.      Teorema 1
               “ misalkan m adalah bilangan bulat positif.
1.      Jika a ≡ b (mod m) dan c adalah sembarang bilangan bulat maka
(i)                 (a + c) ≡ (b + c) (mod m)
(ii)               ac ≡ bc (mod m)
(iii)             ap ≡ bp (mod m) untuk suatu bilangan bulat tak negatip p.
2.      Jika a ≡ b (mod m) dan c ≡ d (mod m), maka
(i)                 (a + c) ≡ (b + d) (mod m)
(ii)               ac ≡ bd (mod m)

Bukti :
Hanya diperlihatka untuk 1(ii) dan 2(i) saja. Bukti untuk 1(i), 1(iii), 2(ii) diserahkan sebagai latihan bagi pembaca.

   1(ii)      a ≡ b (mod m) berarti :
                      a = b + km
 a – b = km
 (a – b) c = ckm                     (kedua ruas dikalikan dengan c)
  ac = bc + Km                       (dalam hal ini K = kc)
  ac ≡ bc (mod m)

2(i)      a ≡ b (mod m)     a = b + k1m
c ≡ d (mod m)     c = d + k2m +
  (a + b) = (b + d) + (k1 +k2)m
  (a + c) = (b + d) + km (dalam hal ini, k = k1 +k2)
  (a + c) = (b + d) (mod m)  

Contoh :
    Misalkan 17 ≡ 2 (mod 3) dan 10 ≡ 4 (mod 3), maka menurut teorema 1,
17 + 5 = 2 + 5 (mod 3)          22 = 7 (mod 3)            (Teorema 1. 1(i))
17 . 5 = 5 . 2 (mod 3)                       85 = 10 (mod 3)          (Teorema 1. 1(ii))
17 + 10 = 2 + 4 (mod 3)                    27 = 6  (mod 3)           (Teorema 1. 2(i))
17     10 = 2 . 4 (mod 3)                170 = 8 (mod 3)          (Teorema 1. 2(ii))


   Perhatikan bahwa teorema 1 tidak memasukkan operasi pembagian pada aritmatika modulo karna jika kedua ruas dibagi dengan bilangan bulat, maka kekongruenan tidak selalu dipenuhi. Misalnya :
(i)                 10 ≡ 4 (mod 3) dapat dibagi menjadi 2 karena 10/2 = 5 dan 4/2 = 2, dan 5 ≡ 2

14 ≡ 8 (mod 6) tidak dapat dibagi menjadi 2, karena 14/2 = 7 dan 8/2 = 4, tetapi 7 ≡/4 (mod 6).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari

  MANFAAT MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI             Pengertian matematika menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasionalyang digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan. Dalam perkembangannya bilangan ini diaplikasikan ke bidang ilmu-ilmu lain sesuai penggunaannya. Menurut James dan James (1976), matematika diartikan sebagai ilmu logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang saling berubungan satu sama lainnya dengan jumlah yang terbagi ke dalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Sedangkan menurut Reys dkk. (1984), matematika diartikan sebagai analisis suatu pola dan hubungannya, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat. Berdasarkan pengertian-pengertian tentang matematika tersebut maka matematika dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari bilangan dan bangu...

Pengembangan media pembelajaran

P E N G E M BA N G AN M EDIA P E M BELAJ A R AN 1.         P e n g er tian M e d ia P e m b e laja r an K a ta media b e r a s a l d a ri b a h a sa latin y a i t u ja m a k d a ri k a ta m e dium y a n g s eca r a h a r f i a h b e rarti p e r a nt a ra a tau p e n g a nta r . Media a d a lah p e r a nta r a a tau p e ng a ntar p e s a n d a ri p e n g irim ke p e n e rima p e s a n (Sadiman, 2002: 6 ) . S ec a ra umum media p e mbel a ja r a n d a lam p e ndid i k a n di s e but medi a , y a i t u b e rbag a i jenis komponen d a lam l i n g k u n g a n si s wa y a n g d a p a t me ra n g s a n g n y a untuk b e rpikir, menu r ut G a g ne ( d a lam S a di m a n, 2002: 6 ) . S e d a n g k a n menu r ut B r i g s (d a lam S a di m a n, 2002: 6) media a d a lah s e g a la a l a t fisik y a n g d a p a t me n y a j i k a n p e s a n s e rta me ra n g s a n g si s wa untuk b e laj...

Ilmuan islam penemu konsep matematika

ILMUWAN ISLAM PENEMU KONSEP MATEMATIKA        Sekarang ini kita lebih mengenal tokoh-tokoh matematika barat daripada tokoh-tokoh matematika muslim, padahal banyak tokoh-tokoh matematika muslim diantaranya bahkan ada yang menemukan konsep matematika, adapun beberapa ilmuwan matematika muslim yaitu sebagai berikut. 1.       Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi.            Beliau dilahirkan di Bukhara. Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas, bukan hanya dalam bidang syariat tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia. Berikutnya Al-Biruni atau Abu Raihan Al-Biruni merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan. Abu Raihan Al-Biruni dilahir...